Minggu, 06 Januari 2013

Apa Benar Perbedaan Stroke Berdampak pada Torsi?

 Perbedaan stroke Honda Karisma dan Suzuki Shogun 125 ternyata mempunyai torsi sama apa betul? Motor sekarang pada umumnya mempunyai stroke atau langkah piston panjang. Seperti Honda Karisma, diameter x langkah piston yaitu 52,4 x 57,9mm. Atau Yamaha Jupiter-Z, diameter x strokenya 51 x 54mm. Katanya sih agar torsinya besar yang berdampak tenaga besar. Padahal dari dulu perdebatan torsi masih bikin bingung. Katanya kalau mesin stroke atau langkah piston panjang torsinya lebih besar, enak buat nanjak dan cocok untuk trek panjang, apa benar ? Coba kembali lagi pada pengertian torsi, artinya perkalian antara gaya (F) dengan jarak (L). Kalau L besar berdampak torsinya akan besar. Seperti kita ngebuka baut pake kunci yang panjang, akan terasa ringan sebab torsinya besar. Aplikasi torsi di mesin diartikan sebagai kekuatan (gaya) yang dihasilkan puntiran krukas. Gaya atau tenaga didapat dari tekanan pembakaran dalam silinder. Tekanan itu akan mendorong piston dari TMA (titik mati atas) menuju TMB (titik mati bawah). Kalau gaya sudah ketahuan, lalu jarak atau L dari mana angkanya .. itu didapat dari jarak pin krukas ke titik pusat lingkaran krukas, atau bisa dibilang L=setengah dari stroke. Kalau di Karisma L=57,9/2=28,95mm. Untuk mengukur besar torsi bisa dibandingkan dengan Sujuki Shogun 125 yang punya diameter x stroke=53,5 x 55,4mm. L=55,4/2=27,7 mm = 2,77 cm. Dari sini kelihatan, stroke Shogun lebih kecil, tapi apa benar torsi Shogun 125 lebih kecil ? Mari dibuktikan: rumus momen yaitu : M = F x L Gaya atau F bisa dijabarkan perkalian dari tekanan (P) rata-rata pembakaran dengan luas penampang piston (A= Area), berarti F = P x A. Besanya F tiap-tiap motor dianggap sama yaitu 2,5 kg/m kuadrat. A(luas piston)=3,14/4 x d kuadrat

Menghitung torsi Honda Karisma: M = F x L -----> F = P x A M = P x (3,14 x d kuadrat) x L = 2,5 x (3,14 x 5,24 kuadrat) x 2,89 = 622 kg.cm

Menghitung torsi Suzuki Shogun 125 M = F x L -----> F = P x A M = P x (3,14 x d kuadrat) x L = 2,5 x (3,14 x d kuadrat) x 2,77 = 622 kg.cm

Jadi perbedaan torsi Karisma dan Shogun 125 hampir ngak ada alias sama yaitu sama-sama 622 kg.cm. Jadi stroke panjang atau pendek kalau volume silinder sama dipastikan torsi sama. Namun ada hal yang mesti diperhatikan pada Honda karisma yang strokenya lebih panjang pada putaran rendah menguntungkan honda karisma karena akan lebih bertenaga lantaran itu pula karisma irit bensin. Untuk mendapat tenaga yang sama besar dengan sogun 125, karisma ngak perlu putaran tinggi, tetapi kerugiannya dibandingkan dengan sogun 125 pada putaran tinggi, mesin karisma kurang mampu mengoptimalkan torsinya yang besar sebab untuk menempuh satu langkah piston diperlukan jarak yang relatif jauh sehingga piston akan lebih lambat untuk naik turun.
Arti warna kabel body pada tiap pabrikan motor

Warna kabel motor beda. Susah dimengerti orang awam. Apakah artinya? Padahal oleh pabrikanan dibuat sederhana biar semua orang ngerti.

Dasarnya bermacam-macam kabel itu hanya bermuatan positif (+) atau negatif (-) saja. Tidak ada kabel yang bermuatan banci macam manusia. Jadi memang mudah untuk dimengerti.

Biar nggak linglung, berikut dibeberkan soal panduan arti sejumlah warna kabel di empat pabrikan ternama. Tentu tidak semua. Tapi bagian yang paling mungkin ditangani atau dibuka sendiri. Chuenk

HONDA

Hijau : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif

Merah : (+) Aki

Hitam : (+) Kunci kontak

Putih : (+) Alternator pengisian (+) Lampu dekat

Kuning : (+) Arus beban ke saklar lampu

Biru : (+) Lampu jauh

Abu-abu : (+) Flaser

Biru laut : (+) Sein kanan

Oranye : (+) Sein kiri

Coklat : (+) Lampu kota

Hitam-Merah : (+) Spul CDI

Hitam-Putih : (+) Kunci kontak

Hitam–Kuning : (+) Koil

Biru-Kuning : (+) Pulser CDI

Hijau-Kuning : (+) Lampu rem

(Sumber: Sarwono Edi, Staf Divisi Teknik, PT Astra Honda Motor)

KAWASAKI

Hitam-Kuning : (-) Masa

Putih-Merah : (+) Aki

Merah-Hitam : (+) Lampu depan jauh/dim

Merah-kuning : (+) Lampu depan dekat

Abu-abu : (+) Sein kanan

Hijau : (+) Sein kiri

Biru : (+) Lampu rem

Merah : (+) Lampu belakang

Coklat : (+) Klakson

(Sumber: Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division, PT Kawasaki Motor Indonesia. Buku Panduan Sepeda Motor Kawasaki)

SUZUKI

Hitam-Putih : (-) Massa, berlaku untuk semua negatif

Putih-Merah : (+) Pengisian dari magnet

Kuning-putih : (+) Untuk ke penerangan

Merah : (+) Aki

Oranye : (+) Kunci kontak

Abu-abu : (+) Lampu belakang

Putih-Hitam : (+) Lampu rem

Hijau muda : (+) Sein kanan

Hitam : (+) Sein kiri

Kuning-putih : (+) Lampu depan

Putih–Biru : (+) Koil ke CDI

Biru-Kuning : (+) Pulser ke CDI

(Sumber : Pendi Suryanda, Supervisor Training Instruktur Senior Roda Dua PT Indomobil Niaga International)

YAMAHA

Hitam : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif

Merah : (+) Arus positif dari Aki

Kuning : (+) Lampu depan jauh

Hijau : (+) Lampu depan dekat

Coklat : (+) Sein kiri

Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)

Putih-Merah : (+) Pulser CDI

Hijau-Hitam : (+) Rem

Semoga bermanfaat

(berbagai sumber)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

makasih kang....

http://harafimulki.blogspot.com

Posting Komentar

TShirt Racing Merch


Ready Stock TS Racing Merch
IDR 85rb + free sticker
cp : 085786555916 | 085647524982 | pin
Keep Your Order
Nama :
Alamat :
size :

Eko Chodok Drag Bike Pekalongan Bebek 4T TU 130cc

Vidio Big Match BST vs Abakura

Posisi Start Mio Nano-nano (ART Jakarta) VS Ninja Baitech (Jogja)

"BST" Gagabz VS "ALL" Vp Mbotet

Info Balap Liar Solo. Diberdayakan oleh Blogger.